Bianglala Satu Warna Chapter XVm

***Johan***

Suara nada pesan singkat dari ponsel yang tergeletak di samping laptop-ku langsung menyita perhatianku yang sedari tadi terpusat pada layar laptop.

Dari: Oh
Time: 10.06
Date: 01/05/2013

Yah, Oh jalan sama Arie ya…

Oh, iya, Mario. Aku sejenak melupakan dia pagi ini saking asyiknya berkutat di depan laptop. Aku pun langsung membalas pesan singkatnya.

Dari: Ayah
Time: 10.07
Date: 01/05/2013

Oke, have fun!🙂

Dari: Oh
Time: 10.07
Date: 01/05/2013

Sip. Ayah juga. Love you.

Aku tersenyum lalu meletakkan ponsel ke meja lagi. Tapi baru beberapa kalimat yang kurangkai di Word, ponselku berbunyi lagi.

Dari: Oh
Time: 10.09
Date: 01/05/2013

Bales, Yah!

Aku menghela nafas. Masih aja kekanakan…

***

***Mario***

“Mo! Ayo!!!” seru Arie sambil terus meraung-raungkan gas motor.

“Ntar dulu! SMS gue belon dibales!”

“Nggak apa-apa kali sambil jalan nunggu balesannya…”

Ugh! Ayah kenapa nggak balas sih?!

“Yuk lah!” gw melompat naik ke belakang Arie.

“Nungguin balesan SMS dari siapa sih?” tanya Arie.

“Ada deeehhh.”

“Mister Jo.”

“Sok tau.”

“Siapa lagi kalo bukan dia…”

Gue baru aja mau menimpali Arie, saat HP gue berbunyi.

Ayah calling!

“Halo!” seru gue antusias.

“Assalamualaikum…”

“Wallaikumsalam…”

“Mo pergi kemana?”

“Jalan-jalan aja…”

“Kalian berdua aja atau–”

“Sekarang sih cuma berdua. Nggak tahu ntar. Siapa tahu ketemu teman yang lain…” potong gue.

“Oh, gitu. Ya udah. Hati-hati, jangan kebut-kebutan…”

“Ya.”

“Oke. Have fun!”

“Thanks, Yah. Love you.”

“Assalam—”

“Yah, Ayah!” potong gue.

“Ya? Kenapa?”

“Bales dong!”

“Apa?”

“Tadi gue SMS gak dibales. Ini juga nggak!” gue sedikit kesal.

“Tindakan lebih berarti dari sekedar kata-kata.”

“Tapi lebih bagus lagi jika ada kata-kata yang diikuti dengan tindakan,” kejar gue.

“Oke. Ya.”

“Oke apa? Ya apa?”

“I Love You, Mario Lingga Evans bin siapa nama Papa kamu?”

“Mario Lingga Evans Aja,” seumur-umur gue sudah mengubur impian untuk menyebutkan dengan bangga nama “bin siapa” di belakang nama gue.

“I dislike your cold voice.”

“Ayah yang mancing!”

“Sorry, Boy. Ayah nggak maksud. Sayang kamu.”

“Sayang aja?”

“Sayang kamu… Cinta kamu juga.”

“Ah, beneran?”

“Heeh.”

“Oh juga sayang dan cinta sama Ayah. Bahkan lebih dari yang Ayah punya.”

Ayah terkekeh.

“Seriously. Oh nggak bohong,” jawab gue sungguh-sungguh.

“Iyaaa. Ayah percaya kok. Oke, udah ya? Ayah mo lanjut ngerjain tugas lagi.”

“Ayah jam segini udah ngerjain tugas aja? Santai dulu napa?”

“Lebih enakan nyantai pas kerjaan udah kelar….”

“Hehehe. Oke deh. Met ngerjain tugas, habis itu ambil waktu buat santai ya, Yah.”

“Ya.”

“Bye Dad!”

“Bye. Assalamualaikum!”

“Wallaikumsalam…”

Gue tersenyum puas dengan hati dilingkupi bahagia setelah dengar suara Ayah.

“Apa kata gue tadi, pasti Mister Jo,” celetuk Arie yang sedari tadi diam sambil membawa motor dengan kencang.

“Emang siapa lagi…” timpal gue.

“Elu ngomongin apa tadi sama dia?”

“Kan elu dengar tadi…”

“Nggak jelas.”

“Cuma ngasih kabar aja ke dia kalo kita jalan.”

“Terus?”

“Ya udah.”

“Maksud gue, tanggapan dia gimana?”

“Dia cuma pesen kita nggak boleh kebut-kebutan kayak sekarang, hahaha…!”

Tiba-tiba Arie mulai memperlambat laju motor.

“Kenapa?”

“Ntar pacar elu itu ngamuk ke gue, kalo gue nggak patuhin pesannya.”

Gue terkekeh.

“Eh, Mister Jo udah tahu belum kalo gue demen laki juga?”

“Kayaknya sih belum…, nggak tahu juga.”

“Elu nggak cerita?”

“Nggak.”

“Kalo dia tahu gimana ya kira-kira?”

“Mungkin dia ngelarang gue ketemu sama elu.”

“Kok…? Kenapa?” tanya Arie dengan nada kentara sekali terkejut.

“Dia takut kalo gue pacaran sama elu.”

“Masa sih?”

“Ya, pasti nggaklah! Buktinya sekarang kita nggak pacaran.”

“Hehe, iya…” desis Arie pelan.

“Elu itu cinta gue di masa lalu, dan dia itu cinta gue saat ini dan selamanyaaaa, hahaha…!”

“Lebaayyy…”

“Hahaha…!” gue tertawa lepas.

***

4 thoughts on “Bianglala Satu Warna Chapter XVm

  1. Tsu no YanYan 04/13/2014 pukul 3:01 am Reply

    lah si Mario nelpon mesra gitu gak mikirin gimana perasaan si Arie apa yah… ckckck ngenes kalo gue jadi Arie mah *pukpukArie

    lanjuuuuttttt^^/

  2. lian25 04/13/2014 pukul 1:37 pm Reply

    puji tuhann
    mga mario ttp sbgai shbatan ma arie
    iktn petshbtan nya lbh kuat soal nya

  3. Chochowlatte 04/20/2014 pukul 2:41 am Reply

    Akhiirnyaa ada lanjutannya QAQ
    *nanggis terhura* u,,u

  4. won kie monk 04/21/2014 pukul 12:12 am Reply

    Nangis bahagia ane, akhirnya dilanjut jug a nie cerite

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: