Si Perjaka dan Si Playboy (End)

Julian terbangun dengan kaget, sesaat panik. Mencoba mengingat di mana dia berada lalu ia teringat. Lengan yang mengapit di pinggangnya adalah petunjuk. Mike. Teman kencan semalamnya. Melalui tirai terbuka dia bisa melihat garis halus cahaya di sepanjang ufuk timur. Ternyata hari sudah beranjak siang dan dengan itu adalah kenyataan.

Julian menyelinap keluar dari tempat tidur dan berjalan ke jendela. Suasana kota di bawah sana, masih dipenuhi lampu hias yang menganggumkan, tapi Julian tahu matahari akan segera naik semakin tinggi, dan itu adalah waktu baginya untuk pergi. Dia bergegas ke kamar mandi dan berpakaian.

Ketika Julian keluar beberapa menit kemudian, langit terasa lebih ringan. Dia mematut dirinya di cermin kemudian menarik tirai kamar yang berat dan menutupnya. Tidak ada alasan untuk Mike harus bangun pagi-pagi sejauh yang ia tahu. Julian memperhatikan lengan Mike yang terlentang luas di atas tempat tidur dan sedikit senyum di wajahnya. Julian berharap Mike sedang mengalami mimpi yang indah. Dia berhenti sejenak di sisi meja. Julian membungkuk di atas tempat tidur dan mengecup sangat lembut di pipi Mike yang berbulu.

“Jangan lupakan aku,” kata Julian, nyaris berbisik. “Aku yakin aku tidak akan pernah melupakanmu.”

Julian menyelinap keluar dari ruangan dan masuk ke dalam lift. Ia kembali meremas jemarinya seperti pertama kali ia mendatangi tempat ini. Senyum mengembang di bibirnya.

***

Mike tidur sampai jam sepuluh. Itu adalah waktu yang ditunjukkan oleh jam kecil di meja samping tempat tidur disaat ia membuka matanya. Mike meregangkan tubuhnya, lalu ia duduk dan melihat sekelilingnya. Dia tidak bisa ingat kapan terakhir kali ia tidur begitu nyenyak. Tidur di tempat tidur hotel mewah itu bukan penyebabnya. Oh, dan pertemuan kecil tadi malam tentulah tidak menyakitkan. Omong-omong…di mana dia?

“Julian?”

Tidak ada jawaban, dan Mike menyadari Julian telah pergi. Itu adalah kencan semalam dan malam itu telah berakhir. Mike sudah bertemu dengan seorang pria yang bisa menjangkau dan menyentuh hatinya bahkan tanpa berusaha, dan sekarang pria itu sudah pergi.

Sambil mendesah, Mike berdiri dan memakai celana boxer dan celana jinsnya. Dia tidak bisa masuk ke kamar mandi lagi, tidak setelah bercinta dengan Julian di bawah guyuran jet air. Dia merogoh tasnya untuk mengambil kaus kaki, menemukan secarik kertas terlipat dan Mike merapikan kertas itu pahanya.

Catatan itu dimulai dengan, “Dear Mike…Aku harap aku tidak melanggar aturan KencanButa dengan melakukan hal ini, tapi aku ingin kau tahu bagaimana menghubungiku…” Seringai menyebar ke seluruh wajahnya saat ia menyelipkan pesan itu ke dalam sakunya.

T h e E n d

= = =

Notes:

Ini bukanlah murni karya gue, sebabnya ini adalah adaptasi dari novel The Virgin and The Playboy by Kate Richards. Cerita novel itu kemudian gue adaptasi ke dalam gay version dengan perbandingan 90% : 10%. So, kalo ada yang pernah baca tuh novel dan menemukan amat sangat banyak kemiripan, jangan heran, demikianlah adanya. Bahkan sering sekali gue hanya mengedit nama karakternya doang, terus langsung copas tanpa perubahan apapun. But, gue harap nggak bakal ada yang kompain karena merasa dibohongi dan dirugikan ya? Gue cuma pengen menghibur di waktu SANTAY kalian tanpa mendapat apa-apa kecuali kepuasan batin karena bisa berbagi cerita.

Sekali lagi gue ucapkan a super big thanks to Kate Richards with The Virgin and The Playboy. A nice and hot story! Yaiy!😀

Makasih juga for my beloved readers… Love u guys!

9 thoughts on “Si Perjaka dan Si Playboy (End)

  1. dhyka 07/20/2013 pukul 2:36 pm Reply

    Masih di kembangin kok cerritanyaaaa,, cepet amat the end nya😦

    • sisipelangi 07/20/2013 pukul 4:17 pm Reply

      @dhyka namanya juga kencan semalam, saat malam berlalu kelar jg ceritanya, hihihi.

  2. Fajar 07/21/2013 pukul 1:24 am Reply

    aduh, bkin lanjutannya dong. jadi kencan setahun gitu. masih penasaran sama mereka. hayah.

    • sisipelangi 07/21/2013 pukul 2:12 am Reply

      @fajar aduh kelamaan kalo kencan setahun. Itu pacaran namanya, bray, haha.

  3. jacob damelian S(lian25) 07/21/2013 pukul 3:09 am Reply

    Yeiyyyyy ne udh kelar aja cerita huhhh,,,
    Pdhal ngarep nya panjjjjjjjjjjangggg gtu cerita nya,,, biar ada bhn bacaan di wktu SANTAY,,,,

    • sisipelangi 07/21/2013 pukul 4:04 am Reply

      @lian25 ah, elu sih kebanyakan waktu SANTAY -nya bray. Hehe

      • jacob damelian S(lian25) 07/21/2013 pukul 5:28 am

        Hahah ia tuk skrg emank banyakan SANTAY aku, makanya buruan gih update cerita nya Jo ma Rio hahahah,,,,

  4. Fajar 07/21/2013 pukul 7:12 am Reply

    Ya sama aja kan. . hehe. ayolah.😀

    • sisipelangi 07/21/2013 pukul 12:12 pm Reply

      @fajar ntar kalo ada konsep yg bagus bakal dilanjut oke?

      @lian25 enak ya yang sekarang bisa santay.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: