Si Perjaka dan Si Playboy Chapter Five

WARNING!!! This story contains explicit sex and erotic scenes.😀

Sejenak Mike tersanjung. Seorang perjaka? Pada kencan semalam? Tapi ketika Julian menahan kejantanan Mike di tempat, menyambutnya, Mike tak mampu berpikir lebih jauh selain dari luar biasa hangat sekaligus betapa basah Julian di sekelilingnya. Sungguh luar biasa rasanya ketika menggerakkan kemaluannya yang panjang dan membesar ke dalam Julian yang ketat dan panas. Mike tidak bisa menahan diri, tidak bisa berhenti.

Pertanyaan Mike dapat di jawab nanti, saat itu semua yang Mike inginkan adalah gesekan yang cepat mengirim dirinya ke tempat-tempat yang tak pernah ia kunjungi sebelumnya. Bintang berenang di depan matanya ketika Julian meremas ereksinya dengan holenya yang rapat. Mike ingin berhenti, ingin mencari tahu mengapa Julian menyerahkan keperjakaan holenya dalam kencan satu malam lewat KencanButa.com, tapi tubuhnya menolak pikiran Mike ketika ia mencobanya. Tubuhnya menuntutnya melanjutkan hujamannya. Julian memohon Mike untuk lebih cepat, memeluk erat-erat Mike, mengabaikan rasa sakit dan menyambut setiap dorong Mike ke dalam dirinya. Kenyataannya, Mike sangat bernafsu ketika ia tahu ia adalah pria pertama bagi Julian.

“Kau sangat ketat, Sayang…” Mike mencoba menyemangati Julian untuk mempertahankan ritme, untuk terus menghujam sampai Julian menemukan pembebasannya sebelum Mike menumpahkan benihnya, tapi Julian belum benar-benar merasakannya, dan itu adalah pertempuran tertinggi bagi Mike untuk bisa menahan dirinya lebih lama. “Julian, apa kau sudah hampir orgasme?”

Jawaban Julian berupa raungan panjang dan serangkaian cengkraman kontraksi di bagian yang memegang ketat kemaluannya. Mike mendorong dengan kuat ke tepi orgasme, bolanya terasa mengetat dan menembakkan cair panas dari ujung kemaluannya, mereka berdua terhentak dan menggeliat sampai kepuasan tak berujung memudar, perlahan kembali, meninggalkan dirinya bersentuhan kulit ke kulit dengan Julian, bottom teristimewa yang pernah Mike kenal.

Mike berguling ke samping, tidak ingin menghancurkan Juliab yang berada dibawahnya dengan berat badannya yang jauh lebih besar, dan melalui matanya yang setengah tertutup, mengecek tubuh Julian yang dipenuhi keringat. Kulit Julian berkilat tertangkap cahaya lampu dan Mike mengangkat tangannya untuk menelusuri dada Julian, menyentuh tepian nipple-nya yang berwana cokelat kemerahan dan memerhatikan puncak nipple-nya yang keras. Mike mencubit kecil lalu melanjutkan tangannya menuruni perut Julian. Nafas Mike telah melambat mendekati normal, dan Mike harus bertanya…

“Mengapa, Julian?”

***

To be Continue…

8 thoughts on “Si Perjaka dan Si Playboy Chapter Five

  1. bebong 07/09/2013 pukul 10:06 am Reply

    yg chap ini apalagi :” imutnya kaga nahan :”
    *sambil ngelap idung* *mimisan*

    • sisipelangi 07/09/2013 pukul 1:18 pm Reply

      oke, ntar tak dierotin biar panjang,😀

  2. bebong 07/10/2013 pukul 11:50 am Reply

    idihhh.. Maunya -.- bukan ceritanya yg bakal panjang, tapi…… fontnya *apadeh*

    • sisipelangi 07/12/2013 pukul 2:30 am Reply

      @bebong oohh, mo dipanjangin font-nya? *emang bisa*

  3. Tsu no YanYan 07/11/2013 pukul 3:10 pm Reply

    aduhhhh >////<)9

    • sisipelangi 07/12/2013 pukul 2:31 am Reply

      @tsu no yanyan: waduh, ada apa nih?

  4. Tsu no YanYan 07/12/2013 pukul 3:15 pm Reply

    ga kenapa-napa bang>///< #elapdarahpaketisu

    • sisipelangi 07/13/2013 pukul 1:44 am Reply

      kok hidungnya berdarah? Dipukuli siapa?? *nanya polos*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: